Daftar Blog

Pages

Get Gifs at CodemySpace.com

Jumat, 10 Februari 2012

kiamat ternyata tak seburuk perkiraan.

Headline
INILAH.COM, Jakarta – Berita mengenai meteor raksasa akan menghantam Bumi jelas bukan berita menyenangkan. Saat menghantam Bumi, meteor akan menyebabkan gempa, tsunami dan badai api.
Namun, para ilmuwan berhasil menciptakan model baru untuk meramalkan dampak dari tabrakan yang disebut-sebut maha dahsyat itu. Hasilnya, model baru ini menunjukkan, kehancuran yang terjadi tak akan separah seperti perkiraan sebelumnya.
Para ilmuwan dari University of Munich berpendapat, prediksi sebelumnya mengenai kerusakan yang bisa terjadi mengasumsikan, Bumi akan tetap berada pada kondisinya tanpa cacat dan bulat.
Namun, bentuk bulat asli planet ini sebenarnya dipenuhi dengan puncak dan palung besar yang akan membantu meredakan gelombang seismik yang muncul. “Setelah meteorit menghantam, gelombang seismik menyebar ke seluruh permukaan Bumi seperti batu yang dilempar ke air,” papar kepala peneliti Matthias Meschede.
Bagi Bumi, perhitungan semacam ini biasanya dibuat menggunakan model yang bulat sempurna dan halus. Namun, tim ini menemukan, fitur permukaan planet ini atau bulan memiliki pengaruh besar pada gempa susulan setelah hantaman meteorit besar. “Jadi sangat penting untuk memperhitungkan faktor ini,” lanjutnya.
Tim Meschede menggunakan model buatan mereka sendiri untuk menghasilkan simulasi baru hantaman meteorit yang menyapu dinosaurus 65 juta tahun silam dan menyebabkan munculnya kawah raksasa Chicxulub yang bisa dilihat dari ruang angkasa.
Batu ruang angkasa ini memiliki massa sama dengan Mountt Everest saat ujungnya menghantam Meksiko dan ekornya masih sepanjang 10.668 meter. Batu ruang angkasa ini sendiri setara ledakan dua juta bom hidrogen.
Namun, tim Munich ini telah meremehkan efek yang akan terjadi dan mengklaim tsunami dan gempa yang terjadi memang cukup untuk memusnahkan dinosaurus namun gelombang kejut yang menyebabkannya akan melemah berkat lanskap planet.
Meschede mengatakan, ”Hasil kami melampaui Chicxulub. Pada prinsipnya, kita kini bisa memperkirakan seberapa besar meteorit akan menyebabkan peristiwa bencana pada Bumi.” Model ini diklaim bisa digunakan untuk memperkirakan besarnya dampak dan pengaruh besar lainnya di masa lalu Bumi.
Baru-baru ini, dilaporkan asteroid seukuran empat kali lapangan sepak bola bernama 2005 YU55 melewati antara Bumi dan Bulan. Jika benda seukuran itu menghantam bumi, akan muncul kawah selebar 4 kilometer, gempa berkekuatan 7 Skala Richter, dan tsunami setinggi 21 meter akan menyebar dalam 96,6 kilometer dari lokasi hantaman

7 tahun lalu bumi hampir kiamat

Sebuah lontaran energi sinar gamma menghantam bumi selama 0,2 detik. Tetapi jumlah energi yang dihantarkan sama dengan energi sinar matahari selama 500 ribu tahun. (dailygalaxy.com)
VIVAnews - Pada 27 Desember 2004, mendadak sebuah lontaran energi tak kasat mata menghantam Bumi. Ia diperkirakan berasal dari jarak yang cukup jauh, yakni dari konstelasi Sagitarius yang jaraknya mencapai sekitar 50 ribu tahun cahaya atau kurang lebih 473 ribu triliun kilometer.
Ledakan dan hantaman sinar gamma ini pertamakali terdeteksi oleh satelit Swift milik NASA. Adapun bagi astronom, pengamatan terhadap kejadian tersebut memberikan contoh paling detail dari lontaran energi yang pernah terekam sepanjang sejarah.
Meski lontaran energi itu hanya menyerang selama sekitar 0,2 detik, tetapi energi itu sama banyak dengan energi sinar matahari yang menyinari Bumi hingga 500 ribu tahun lamanya.
Akibat hantaman energi sinar gammar dahsyat tersebut, banyak satelit elektronik yang mengorbit Bumi mengalami kerusakan. Atmosfir teratas Bumi juga mengalami ionisasi luar biasa.
Setelah diteliti lebih lanjut, astronom mendapati bahwa sumber serangan adalah magnetar langka yakni SGR 1806-20 yang berada di sisi lain galaksi Bima Sakti.
Soft gamma ray repeaters (SGRs) ini terjadi saat medan magnet yang tengah terbelit berupaya untuk merapikan kembali dirinya dan memecah kerak magnetar tersebut. Akibatnya, terjadi lontaran energi dengan zona mematikan yang bisa mencapai beberapa tahun cahaya.
Magnetar sendiri punya medan magnet 1.000 kali lipat dibanding pulsar (bintang neutron bermedan megnet tinggi yang memancarkan radiasi elektromagnetik) biasa. Ia sangat kuat dan bisa mengakibatkan kehancuran apapun yang ada dalam jarak 1.000 kilometer di sekitarnya.
Ilustrasi lontaran sinar gamma yang menghantam atmosfir bumi, 2004 lalu. (Dailygalaxy.com)
“Satelit Swift didesain untuk menemukan lontaran yang tidak lazim,” kata Neil Gehrels, peneliti dari Goddard Space Flight Center, NASA, dikutip dari Daily Galaxy, 27 Desember 2011. “Kita benar-benar terhantam telak dengan yang satu ini,” ucapnya.
Beruntung bagi Bumi, jarak sumber ledakan itu sangat jauh. Dan gamma-ray burst (GRB) berikutnya yang akan datang, kemungkinan hadir dari jarak ribuan tahun cahaya dari Bumi.
Fenomena seperti ini juga kemungkinan hanya terjadi satu kali dalam satu dekade. Artinya, GRB yang menghantam atmosfir Bumi pada tahun 2004 lalu merupakan kejadian yang sangat langka.

5000 bangkai burung hitam hujani arkansas

Foto : Jalanan di Arkansas dipenuhi bangkai burung hitam (Daily Mail)
ARKANSAS - Sekira 5 ribu ekor bangkai burung hitam jatuh di Beebe, Arkansas, Amerika Serikat (AS), pada malam tahun baru. Insiden ini bukan merupakan hal baru di wilayah tersebut, menjelang tahun baru 2011 lalu, insiden yang sama juga terjadi di Arkansas.
“Wali Kota Beebe menelpon saya pada pukul 04.00 pagi, dirinya mengatakan bahwa burung-burung hitam berjatuhan dari langit,” ujar pemerintah setempat, Milton McCullar, seperti dikutip ABC, Senin (2/1/2012).
Peristiwa itu juga tampak merepotkan para petugas kebersihan kota. Mereka terpaksa menyapu jalanan dari bangkai-bangkai burung hitam tersebut. Sejumlah peneliti juga masih bingung dalam menanggapi peristiwa aneh ini, di samping itu, peristiwa ini juga muncul setelah Suku Maya di Meksiko memprediksi, kiamat akan terjadi pada 2012.
Pada tahun lalu, beberapa peneliti mengatakan, kembang api tahun baru adalah penyebab utama dari matinya burung-burung ini. Saat muncul kembang api, burung-burung itu tampak terkejut dan stress, mereka pun berjatuhan dari langit.
Meski demikian, beberapa peneliti mengklaim, burung-burung hitam itu tidak seperti burung hantu yang memiliki penglihatan yang baik di malam hari. Saat matahari sudah mulai tenggelam, burung itu mengalami kerabunan dan ketika mereka sedang terbang, mereka sering menabrak bangunan-bangunan yang membuatnya terjatuh ke tanah.
Para peneliti juga menemukan adanya trauma benda tumpul pada saat mereka memeriksa bangkai burung hitam itu.

buah buahan di florida mendadak membeku.

Foto : Tanaman jeruk yang membeku di Florida (Daily Mail)
FLORIDA - Florida dikenal sebagai wilayah di Amerika Serikat (AS) dengan temperatur cuaca yang sejuk. Namun, temperatur suhu di Florida tampak berkurang hingga di bawah nol derajat celsius Selasa lalu dan membuat tanaman-tanaman diselimuti es.Para petani Florida tampa terkejut menyaksikan tanamannya diselimuti es ketika mereka baru saja terbangun dari tidurnya. Florida merupakan wilayah yang cocok untuk bercocok tanam, namun pada musim dingin ini, temperatur suhu udara berhasil membekukan buah-buahan yang ada di lahan pertanian.
Di Dover, Florida, buah strawberry tampak diselimuti es karena cuaca di wilayah itu sudah mencapai minus tiga derajat celsius. Hal itu dialami juga oleh pohon jeruk, dan bunga-bunga yang sudah mekkar. Para petani tampak berlarian untuk menyelamatkan tanaman buah plump yang di tanam di tanah. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (5/1/2012).
Januari umumnya menjadi waktu panen para petani di Florida, namun saat ini mereka terpaksa gigit jari karena tanamannya rusak akibat suhu udara yang terlalu dingin. Beberapa petani di Hillsborough dan Polk tetap berharap akan adannya keajaiban di malam hari yang dapat menghindari kerusakan tanamannya.
Menurut seorang petani John Arnold, cuaca hangat pada Desember lalu membuat pohon jeruk rentan untuk membeku. Dirinya juga mengakui, tidak memiliki bangunan untuk mengamankan tanaman itu dari cuaca dingin.
Meski demikian, Direktur Eksekutif Florida Tropical Fish Farm Association menilai, para petani tidak mengantisipasi adanya perubahan cuaca yang terjadi di Florida. Musibah itu juga sempat dialami oleh para petani pada 2010.

ribuan ikan mati di filiphina


Headline
INILAH.COM, Manila – Pejabat Filipina mengatakan, sebanyak 49 ton ikan ditemukan mati mengambang di danau di propinsi South Cotabato, Filipina. Apa penyebabnya?
Pejabat Filipina mengaku, perubahan iklim menjadi penyebab kematian ikan masif ini. Ikan yang mati ini merupakan jenis ikan lokal Tilapia yang sedang dikembangkan dalam 50 kandang di Sebu Lake. Ikan ini memiliki nilai bisnis mencapai US$88 ribu (Rp791 juta).
Kejadian ini terjadi dalam dua tahap. Pertama, 46,5 ton Tilapia ditemukan mati Jumat lalu dan 2,5 ton sisanya ditemukan mati pada Senin pekan ini.
Menurut keterangan, kematian massal ini merupakan ‘kejadian tahunan’ yang disebut ‘kamahong’ oleh warga setempat.
Kamahong merupakan kejadian yang suhu air mengalami peningkatan tajam sehingga membuat kadar oksigen dalam air menurun tajam.
“Sebaiknya jangan membeli atau memakan ini,” kata Rex Vagas yang merupakan koordinator perikanan setempat, seperti dikutip UPI.

crop circles

Lingkaran tanaman (dari bahasa Inggris: Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaransederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola-pola tersebut kini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada hanya bentuk lingkaran. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah lingkaran tanaman ini masih dipertahankan.
Mereka yang mempelajari fenomena lingkaran tanaman ini sering disebut juga dengan istilah "cerealogis", dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglif.
Fenomena "lingkaran tanaman" seringkali dikait-kaitkan dengan isu Benda Terbang Aneh (BETA) atau UFO, atau juga makhluk luar angkasa.
Fenomena di indonesia
Pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2011 pukul 17.00 WIB, pihak Kepolisian Republik Indonesia di sektor Berbah, Yogyakarta mengonfirmasi munculnya lambang misterius berdiameter 60 meter yang dicurigai terkait dengan isu BETA atau makhluk luar angkasa yang dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman atau crop circle di daerah persawahan di Gunung Suru, Jogotirto, Berbah, diSleman. Pihak kepolisian yang menyelidiki menduga bahwa lingkaran tanaman tersebut dibuat pada hari Sabtu malam sebelumnya, dan telah mengabadikan foto langka tersebut sebagai dokumentasi. Lingkaran tanaman di ladang tersebut diyakini sebagai kejadian fenomena lingkaran tanaman yang pertama di Indonesia dan kemudian ramai disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut. Para warga sekitar meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat BETA dari planet lain. Selain kesaksian tentang pesawat makhluk asing , terdapat berbagai kesaksian dari warga sekitar tentang penyebab fenomena tersebut, seperti SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) milik PLN, maupun sebuah angin puting beliung terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang misterius tersebut. 
Peristiwa munculnya lingkaran tanaman di Berbah tersebut kemudian diikuti beberapa fenomena serupa, masih di sekitar daerah Yogyakarta, yang kedua dikonfirmasi adalah di Dusun Wanujoyo,Srimartani, Bantul, Bantul tanggal 25 Januari 2011, dan di Dusun Kumbangan, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Magelang tanggal 30 Januari 2011. [5] Pola kedua lingkaran tanaman yang selanjutnya tersebut dikonfirmasi tidak serumit maupun sebesar pendahulunya di Berbah. 
Tanggapan ilmuan
Setelah munculnya lingkaran tanaman pertama di Sleman, seorang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengaku bahwa dia dan enam temannya dari Fakultas MIPA dan Ilmu Pertanian UGM adalah pelaku pembuat lingkaran tanaman di Sleman. Pengakuan tersebut muncul lewat situs studentmagz.com pada tanggal 25 Januari 2011. Pengakuan tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak kepolisian Yogyakarta. 
Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia. Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif. Meski pola yang digambarkan lingkaran tanaman terkadang terlihat rumit dan susah, banyak orang yang membuat lingkaran tanaman di berbagai negara-negara lain. 
Para peneliti LAPAN sendiri mengkonfirmasi bahwa LAPAN tetap tidak akan mengirim tim untuk menyelidiki fenomena lingkaran tanaman yang terjadi di Sleman maupun daerah lainnya karena pasti bahwa lingkaran tanaman tersebut adalah buatan manusia dan bukan fenomena antariksa.